MarshMallow: I’m Fine Honey…

Author POV

Sanni berjalan menuruni anak tangga menuju ruangan tv. Badannya terasa lelah. Baru beberapa hari yang lalu ia kembali dari perjalanan liburannya. Korea, London, Paris, Indonesia lalu kembali lagi ke korea. Semua itu dilakukan selama 8 hari.

“Uhuhuk-huhuuk…” sanni terbatuk kecil.

“Kau sakit?” tanya eommanya begitu mendengar putri bungsunya itu terbatuk.

“Gwenchana yo. Hanya batuk biasa…” jawab Sanni mengelak. Sebenarnya badannya terasa tidak enak ditambah dengan batuk dan flu yang menyerangnya. Ia tidak mau ibunya khawatir.

“Apanya yang baik, wajahmu terlihat pucat begitu…” ucap eommanya lagi sambil memegang kening sanni.

Sanni mendengus perlahan. Ia tidak bisa mengelak lagi. Dengan tubuh lemas, Sanni terduduk di sofa depan tv. Ia mengambil remote tv kemudian menyalakannya.

“Makan dulu, setelah itu kau minum obat…” ucap eommanya yang telah membawa nampan berisi sarapan pagi. Dengan perlahan, eommanya menyuapi Sanni dengan lembut.

“Sudah besar masih saja minta disuapi..” ucap Shiyoon dari halaman luar kemudian masuk ke dalam rumah. Ia mencibir ke arah Sanni.

“Oppa, aku sedang tidak ada tenaga melawanmu…” ucap Sanni lemah sambil terbatuk-batuk. Suaranya terdengar parau.

“Kyaa, kenapa dengan suaramu? Kau sakit ya?” tanya Shiyoon khawatir. Ia memegang kening Sanni.

“Adikmu ini sedang sakit, jangan ganggu dia…” ucap eomma mereka berdua. Shiyoon menatap Sanni iba.

“Aigoo~, kasihan sekali adikku ini. Sini aku pijit kakimu…” ucap Shiyoon kasihan lalu memijit kaki  Sanni perlahan.

“Kakimu dingin sekali….”

“Ya iyalah, namanya juga orang sakit…” ucap Sanni lagi. Tapi kali ini suaranya benar-benar parau.

“Sudahlah jangan berbicara lagi. Nanti suaramu makin hilang…” ucap Shiyoon sambil memijit kaki adiknya itu. Sanni mencibir pelan.

“Ya sudah, ini minum obatnya…” ucap eomma lembut. Sanni mengambil obat yang diberikannya ibunya lalu meminumnya perlahan.

*0011489*

Continue reading

MarshMallow: I’m Sorry but I Really Love You..

Maaf, karena aku telah menyakitimu…

Maaf, karena aku yang telah mengacuhkanmu…

Maaf, karena aku yang tak mengerti akan dirimu…

Dan maaf, karena aku terlalu mencintaimu…

Sanni POV

Aku keluar dari mobil. Aku berjalan menelusuri jalan setapak menuju sebuah tempat. Tempat yang selama ini aku sembunyikan dari orang lain. Tempat yang bisa membuat hatiku nyaman. Tempat dimana aku bisa menumpahkan segala kesedihan hati yang aku pendam. Tempat yang bisa menghibur hatiku yang galau. #galau is the best!!! ^^

Hamparan danau menyeruak ke dalam mataku. Aku berjalan menuju jalan yang sedikit ditumbuhi rumput mendekati bibir danau. Sepasang burung bangau tengah berenang dengan indahnya di tengah danau. Mereka terlihat begitu serasi. Seketika kesunyian dan keheningan tempat ini masuk ke dalam hatiku yang sedang sakit. Aku hanya terdiam menatapi tempat ini. Butiran air mata kembali menetes mengingatkanku akan keperihan hati yang sedang aku rasakan.

Apa aku salah terlalu mencintaimu? Apa aku salah ingin mendapatkan perhatian lebih darimu? Tolong liat hatiku. Hatiku yang meronta ingin bertemu denganmu. Apa kau tahu sejak aku menyukaimu hatiku, jiwaku, pikiranku, ragaku semuanya milikmu. Bukan milikku lagi.

Leeteuk POV

“Hyung, ayo berangkat!” ucap Yesung membuyarkan lamunanku. Aku masih menatap layar ponselku dengan tatapan kosong. Dengan lemas aku berjalan keluar dorm menuju mobil untuk berangkat ke Taiwan.

“Masih belum ada kabar dari Sanni?” ucap Heechul yang duduk disampingku. Aku menggeleng lemah. Heechul menatapku iba. Yesung dan Shindong pun begitu. Untuk pertama kalinya pasangan yang tidak pernah bertengkar ini bisa bertengkar begitu hebat kemarin.

“Teuk sshi, kau harus berkonsentrasi. Lupakan dulu masalah mu dengan Sanni. Jangan sampai itu mengganggu kau nantinya saat konser…” ucap Manajerku mengingatkan. Aku tidak menghiraukan perkataan Manajerku. Aku hanya melihat ke arah jalanan dengan pikiran tetap memikirkan seseorang. Ya, hanya dia yang ada dikepalaku saat ini. Yoon Sanni…

*0011489*

Continue reading